Hati-Hati Ada Polisi Sampah

GREEN FESTIVAL 2010
Awas, Ada “Polisi Sampah”…
JAKARTA, KOMPAS.com — Green Festival 2010 bertajuk “Solusi Untuk Bumi” resmi digelar pada 5-7 November 2010 di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Sebanyak 26 “komunitas green” hadir meramaikan kampanye pemanasan global ini.
Ketua Pelaksana Program Green Festival 2010, Nugroho F Yudho, mengatakan, Green Festival 2010 akan menjadi contoh nyata yang bisa dirasakan manusia akibat pemanasan global. Suhu udara terus meningkat menyebabkan curah hujan turun sangat tinggi tahun ini dan tanpa pola yang jelas sehingga kerap mengakibatkan banjir di berbagai daerah di Indonesia.

“Green Festival dibuat bertepatan dengan anomali cuaca yang sering berubah-ubah akhir-akhir ini, yaitu sebagai efek pemanasan global yang tak lepas dari kelakuan kita sehari-hari,” ujar Nugroho saat membuka Green Festival, Jumat (5/11/2010).

Nugroho mengatakan, Green Festival yang digelar untuk kali ketiga ini bertujuan menyadarkan orang dan memberikan solusi untuk menyelamatkan bumi. “Peran ini ada di kita dan pemerintah karena kita ikut menentukan kelangsungan hidup bumi kita ini,” tandas Nugroho.

Diramaikan oleh 26 komunitas pecinta lingkungan hidup, target Green Festival adalah untuk meraih jumlah pengunjung hingga mencapai 45.000 orang. Semua acara yang digelar dibagi ke dalam beberapa zona pelaksanaan, yaitu zona transportasi, zona air, sampah, energi, dan tanaman.

“Setelah ke sini, pengunjung tidak pulang begitu saja, tetapi harus ada komitmen yang dibawa untuk menjaga lingkungan,” imbuh Nugroho.

Polisi sampah

Selama berlangsungnya Green Festival, 5-7 November 2010, pengunjung akan bertemu dengan beberapa anak yang didaulat panitia sebagai Polisi Sampah.

Tugas mereka adalah menegur para pengunjung yang membuang sampah sembarangan di area acara karena di semua sudut lokasi sudah disediakan banyak tong sampah yang dibedakan antara organik dan nonorganik.

Adapun pelaksanaan Green Festival 2010 diprakarsai Green Initiative Forum (GIF), yaitu sebuah kemitraan beranggotakan enam perusahaan yang peduli terhadap lingkungan hidup. Keenam perusahaan itu adalah PT Unilever Indonesia, Pertamina, Danone Aqua, Metro TV, Harian Kompas, dan PT Jaringan Delta Female Indonesia.

Josep Bataona, Direktur PT Unilever Indonesia, mengatakan bahwa Green Festival merupakan langkah kecil untuk mencapai dampak yang diharapkan bisa lebih besar di kemudian hari guna menyelamatkan bumi.

Hal tersebut diamini oleh pimpinan redaksi harian Kompas, Trias Kuncahyono. Trias mengatakan, peran media juga sangat penting untuk menyebarkan informasi mengenai lingkungan, khususnya pemanasan global.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s